Kamis, 01 April 2010

Cinta R & N

Cinta R&N


Di sebuah kota Jakarta yang amat padat penduduknya ini tinggallah seorang gadis remaja yang bernama Neisya. Neisya adalah anak tunggal hasil buah cinta dari pasangan Alex (ayah) dan Ney (ibu). Ayah Neisya seorang pensiunan tentara militer yang hidupnya penuh dengan atura-aturan, sedangkan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengurusi keluarganya tersebut. Mereka tinggal di sebuah rumah yang sangat mewah, elite dan jauh dari kebisingan kota. Selain terdiri dari anggota keluarga, rumah tersebut juga dihuni oleh seorang asisten ayah Neisya yang masih berprofesi sebagi militer pula. Ia bernama Rasya. Rasya sangat tunduk terhadap ayah Neisya, apapun yang diperintahkan oleh ayahnya pasti selalu di patuhinya. Berbeda dengan Neisya, ia tidak pernah mendengarkan atau pun menuruti segala perkataan ayahnya, kecuali satu pesan dari ayahnya,yaitu tidak boleh pacaran sebelum Neisya lulus sekolah.Neisya saat ini duduk di bangku SMA swasta kelas 2. Di sekolahya ia sangat periang, memiliki banyak teman baik teman cowo ataupun perempuan. Neisya selalu di antar jemput oleh Asisten Pribadi ayahnya. Pernah suatu hari, Neisya melakukan kebohonan terhadap Rasya. Kebohongan tersebut adalah Neisya pergi ke sebuah mol tanpa sepengetahuan Rasya dan Ayahnya. Jadi, pada saat itu sekolah dipulangkan cepat dikarenakan ada rapat antar sekolah. Dengan adanya itu, Neisya mencuri kesempatan untuk pergi jalan-jalan bersama teman-temannya. Tanpa disadari, ia pergi melebihi jam pulang sekolah dan pada saat Rasya telah tiba di sekolahnya dan bertanya pada satpam yang berdiri di depan gerbang, satpam tersebut memberi tahu bahwa semua anak sekolah dipulangkan 2 jam yang lalu. Rasya terkejut mendengar informasi dari satpam itu, dan akhirnya ia kembali kerumah untuk memberi tahu anak dari komandannya tidak ada di sekolah. Di tengah perjalanan, tepat di depan mol terlihat Neisya bersama teman-temannya menuju gerbang mol untuk pulang. Tanpa fikir panjang, Rasya langsung menghampiri anak komandannya tersebut dan menarik tangan Neisya untuk masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan, Neisya dan Rasya hanya berbisu karena Neisya merasa membohongi dan Rasya merasa di bohongi serta takut pada ayah Neisya nanti.
Tibalah di sebuah rumah mewah tersebut, terlihat seorang berdiri sang ayah dengan wajah muram. Turunlah sang anak dan Asisten dengan wajah takut. Akhirnya, Asisten Rasya mejelaskan kepada ayah Neisya. Dan akhirnya ayah Neisya memberi suatu pernyataan yang amat sangat Neisya benci, yaitu untuk menjadikan Rasya sebagai bodyguard Neisya. Jadi, untuk pergi kemana-mana neisya harus diikuti oleh Rasya. Untuk belajar di sekolah saja, Rasya harus menunggu di depan pintu kelas. Hampir berjalan 1 tahun, Neisya di dampingi oleh Rasya hingga pada suatu hari, di sekolahnya diadakan acara tour ke Jogja. Ayah Neisya meminta ijin kepada Kepala Sekolah untuk membolehkan Rasya mengikuti acara tersebut dan meminta ijin untuk diperbolehkannya Neisya menaiki mobil pribadi tanpa harus ikut rombongan. Akhirnya, Rasya dan Neisya berada dalam satu mobil pribadinya dan mengikuti di belakang bis rombongannya. Setelah 8jam dilampaui, tiba – tiba mobil yang dinaiki Rasya dan Neisya mengalami kerusakan alias mogok dan rombongan tersebut tidak mengetahui. Akhirnya mobil mereka ditaruh di sebuah bengkel yang tidak jauh dari tempat kejadian. Neisya memasang wajah muramnya, dan Rasya pun khawatir terhadap keselamatan Neisya. Tanpa disadari, ternyata di sekitar itu terdapat sebuah rumah peristirahatan yang lumayan untuk berteduh selama satu malam.Berhubung waktu itu telah sore dan cuaca sedikit mendung, akhirnya mereka menyewa rumah tersebut. Sebelum itu, Rasya menawarkan Neisya untuk makan di resto yang ternyata resto tersebut adalah resto favoritnya Neisya. Dengan wajah tersenyum, Rasya mengajak masuk dan Neisya pun mau. Di sela-sela mereka memesan, Rasya berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Neisya. Karena, Rasya tidak mau anak komandannya itu merasa kesepian. Di situ, Rasya bertingkah pola supaya Neisya bisa tertawa kembali. Dan Rasya berhasil melakukan hal itu. Mereka pun tidak seperti seorang Gadis dan Pengawal bahkan seperti sepasang kekasih. Tidak dipungkiri lagi Rasya menilai Neisya memang gadis cantik dan Neisya pun mengakui kalau Rasya cukup ganteng meskipun mereka tidak mengungkapkan itu. Tanpa disadari tibalah pesanan mereka, dan mereka langsung menyantap lahap makanan itu. Setelah selesai makan, mereka menuju ke rumah peristirahatan.
Hari semakin gelap, Rasyapun menyediakan kamar untuk Neisya beristirahat. Disela-sela itu, Neisya mengucap terima kasih pada Rasya karena kalau tidak ada Rasya siapa lagi yang akan melindungi Neisya. Mendengar ucapan itu, Rasya terkejut karena jarang sekali seorang gadis seperti Neisya itu mengucapkan terima kasih kepada Rasya dan Rasya pun menerima ucapan itu. Hari semakin malam, Neisya pun beranjak ke tempat tidurnya dan Rasya pun tidur di sofa yang sudah disediakan sebelumnya. Waktu semakin larut, hampir 3 jam Rasya tidak bisa tidur , tepat tengah malam, Rasya bangun dan pergi dari sofanya. Ia mendekati Neisya yang sedang terlelap. Dengan memandangi wajah cantik Neisya ia mengucapkan apa yang dirasakan hatinya. Ternyata Rasya menyimpan rasa sayang terhadap Neisya. Saat ia mengungkapkan itu, tba-tiba neisya membalas ucapan tersebut. Ternyata, Neisya juga tidak bisa tidur malam. Akhirnya, Neisya terbangun dari tidurnya lalu turun dari tempat tidurnya. Neisya mengajak bodyguardnya keluar rumah untuk melihat bintang, namun diluar sana sedang turun hujan. Rasya dan Neisya pun hanya duduk di balkon belakang dan mengatakan yang mereka rasakan sesungguhnya. Pada saat itu juga, Rasya menembak Neisya dengan cara yang romantis disertai suara musik keroncong yang ternyata samping penginapan tersebut adalah rumah warga yang sedang mendengarkan lagu khas Jogja. Kemudian Neisya pun memberi jawaban yang menjadikan Rasya bahagia. Pada saat itu pula mereka resmi pacaran.
Pagi hari telah tiba, mereka pun bergegas untuk pulang ke rumah, karena mobil Neisya telah selesai diperbaiki dan sudah dapat digunakan. Tepat pukul 7.00 pagi, mereka berangkat dari Jogja menuju Jakarta. Sepanjang jalan, mereka selalu memasang wajah bahagia dan mereka bersepakat untuk tidak memberitahukan pada ayah, tanpa terasa mereka pun tiba di rumah Neisya. Rasya bercerita kalau tertinggal dari rombonga dikarenakan terjadi sesuatu pada mobilnya, meskipun ia bercerita yang sesungguhnya tetapi ia tidak menceritakan tentang hubungannya dengan Neisya. Ayah Neisya memaklumi setelah mendengarkan penjelasan dari Rasya dan beliau menyuruh mereka beristirahat.
Setelah beberapa minggu, ayah dan ibu Neisya melihat ada kejangglan dari sikap Neisya kepada Rasya, tidak seperti biasanya Neisya bersikap baik pada Rasya. Hingga akhirya, ibu Neisya berbicara secara empat mata kepada Neisya, apa yang sedang terjadi antara Neisya dengan Rasya. Tanpa banyak kata, Neisya pun memberitahu bahwa mereka berdua telah menjadi pasangan. Mendengar hal itu, ibu Neisya tidak percaya dan tidak mengijinkan, tapi dengan penjelasan yang diberikan oleh Neisya akhirnya ibunya pun mengerti akan perasaan buah hatinya. Neisya memohon pada ibunya untuk menyembunyikan hal ini pada ayah,karena Neisya takut akan terjadi sesuatu pada diri ayahnya.
Hubungan mereka telah berjalan selama 1 bulan, hingga suatu hari ayahnya memergoki Neisya sedang bermain di kolam renang rumahnya. Pada saat itu pula ayah Neisya menghampirinya dan berkata “apa yang sedang kalian lakukan?! Ada hubungan apa antara kalian berdua??”. Mendengar teriakan ayah, ibu Neisya langsung menuju kolam renang. Melihat sang ayah marah seperti itu, Neisya berusaha menenangkan karena takut penyakit jantung ayahnya kambuh. Saat itu,Rasya mencoba untuk menjelaskan semuanya, tetapi sang komandan atau sang ayah sudah kesal dan merasa di khianati oleh Rasya. Rasya pun memaksa membawa ayahnya Neisya ke kamar tidurnya untuk mencoba menenangkan. Satu minggu sudah antara Neisya, Rasya dan Ayah tidak berkomunikasi, hingga akhirnya sang ibu mencoba memberi penjelasan pada ayah, bahwa mereka sudah saling sayang dan mereka memang berpacaran. Mendengar hal itu sang ayah tidak percaya, beliau tidak habis fakir mengapa bisa terjadi hal seperti itu. Ibu Neisya yang memiliki sifat sabar selalu berusaha memberikan pengertian pada sang ayah dan akhirnya usaha tersebut membuahkan hasil. Kini sang ayah menerima penjelasan itu dan menyetujui adanya hubungan mereka. Neisya dan Rasya pun senang mendengar hal itu dan akhirnya mereka pun melangkah ke jenjang yang lebih serius. Hingga akhirnya sang ayah menyuruh Rasya untuk melamar anak gadis semata wayangnya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar